Jasa Konsultan IT/Pemasangan CCTV Murah

8 Tips ini perlu dicoba kalau kamu mulai kerja di kantor baru

Salah satu info yang biasanya saya cari tahu sebelum mengirim aplikasi lamaran ke kantor baru adalah kultur pergaulan yang diterapkan di sana. Bagaimana senioritas dan perbedaan level jabatannya? Bagaimana tipikal bos dan sebagian besar orang yang bekerja di sana? Soalnya, akan susah bagi anak baru untuk belajar banyak hal kalau tidak bisa mengajak rekannya bekerja sama.

Makanya, saya sendiri cukup ingin tahu soal budaya bekerja sama suatu perusahaan atau kantor sebelum terlanjur bergabung. Jangankan untuk bekerja sama dengan rekan kerja yang tidak kooperatif, orang yang tulus menyambut keberadaan kamu sebagai staf baru saja belum tentu bisa langsung diajak bekerja sama dan berkomunikasi. Kadang ada saja orang di kantor yang menutup diri, padahal situasinya ada anak baru butuh bimbingan dan harus bekerja sama dengan dia nantinya.

Situasi ini tentu bikin kamu pusing tidak karuan karena harus tetap bekerja walaupun lingkungan kerja kurang bisa diajak bekerja sama. Tanpa panjang lebar lagi, kali ini saya mau berbagi tips buat kamu yang masuk kantor baru supaya mudah adaptasi dan bekerja sama dengan tim di sana.

Mulai dengan baik

Tak kenal maka tak sayang, katanya pepatah. Akan sulit juga bekerja sama kalau kamu belum kenal siapa yang akan jadi partner bekerja sama di lingkungan yang baru. Berkenalan adalah tahap paling awal kamu membawa diri ke tempat baru, tentu butuh cara yang tepat supaya kamu diterima masuk ke tempat itu.

Setelah tahu dengan siapa kamu bakal berhubungan intens di kantor, perlu ada sesi berikutnya. Email serah terima atau tanggung jawab kerja saja tidak cukup untuk membuat kamu bisa bekerja sama dengan tim di kantor baru. Biasanya, tim yang sudah ada akan menentukan waktu untuk pertemuan internal dan memberi info lebih detail soal posisi dan tanggung jawabmu. Jika diajak makan siang dengan tim, tidak ada salahnya kamu mencoba ikut agar tahu lebih banyak dan menemukan kecocokan dengan masing-masing individu.

Kamu butuh penjelasan tentang goal atau target

Tiap perusahaan tentu punya target yang sudah ditentukan, lalu dibagi ke masing-masing divisi sesuai fungsinya. Jelas ada tuntutan untuk bisa bekerja sama di sebuah perusahaan supaya targetnya bisa tercapai. Sebagai anak baru, apapun posisinya, kamu perlu tahu target yang diharapkan. Penjelasan soal target ini membantu kamu untuk memetakan orang-orang prioritas untuk bekerja sama di kantor. Begitu juga dengan divisi lain yang erat hubungannya dengan targetmu atau tim, perlu dibangun relasi yang lebih harmonis lagi tentu supaya bisa bekerja sama dengan nyaman dan target juga bisa dicapai.

Dengarkan metode terbaik versi senior

Saat menjelaskan soal target, biasanya partner kerja juga akan menjelaskan ke staf baru tentang gaya bekerja timnya. Cara terbaik versi mereka harus kamu coba dengar dan cermati sebelum bekerja sama lebih lanjut. Jika kamu tidak diberitahu preference tim dalam menyelesaikan proyek, ada baiknya kamu bertanya supaya kamu tidak salah bersikap saat bekerja sama.

Namanya juga anak baru, adjustment atau penyesuaian diri perlu dilakukan supaya bisa bekerja sama dengan tim. Kamu tidak perlu berubah 100% untuk supaya bisa bekerja sama, caranya adalah menanyakan apa yang perlu kamu bantu dan tugas yang bisa dibagi supaya kamu tetap berkontribusi. Memaksa tim baru yang menyesuaikan diri dengan kamu bukan sikap yang bijak, jadi usahakan kamu bisa beradaptasi agar tetap bisa bekerja sama dengan tim tanpa harus melepas jati diri kamu.

Berikan gambaran tentang pola kerja terbaikmu

Menyambung poin ketiga, tips supaya kamu bisa tetap bekerja sama dengan tim di kantor baru adalah beri tahu kelebihan dsn pola kerja yang paling mudah kamu eksekusi. Dengan begitu, partnermu tahu tanggung jawab yang bisa dibagi ke kamu dan akan selesai dengan hasil maksimal. Kamu sekaligus membantu diri sendiri dengan memberi info terkait pola kerja yang paling cocok denganmu, karena potensi yang kamu punya juga bisa terpakai di lingkungan kerja. Di samping bisa bekerja sama dengan efektif, kamu juga akan berperan dalam mencapai target.

Jangan memperlakukan atasan atau bawahan seperti anak kecil

Jangan berharap bisa bekerja sama dengan profesional kalau kamu memberikan perlakuan atau memberi supervisi terlalu ketat seperti anak kecil. Hal ini berlaku baik untuk kamu yang bergabung dengan kantor baru maupun yang menyambut anak baru di tim. Lingkungan kerja yang dewasa akan membuat cara bekerja sama antar rekan kerja jauh lebih mudah dan tidak dipenuhi drama pertengkaran. Untuk mencapai situasi yang ideal ini dibutuhkan respect antar individu di tim kerja tersebut.

Gunakan sistem jatuh tempo (deadline) untuk setiap pekerjaan, baik untuk atasan atau staf supaya rangkaian kerja bisa selesai dengan optimal. Kepercayaan yang diberikan tentu harus penuh juga, jangan seperti sedang melatih anak kecil naik sepeda roda dua yang selalu dituntun dari belakang. Percayalah, supervisi seperti ini akan membuat seseorang cenderung tidak maksimal mengerjakan tugasnya dan bekerja sama dengan orang yang teralalu dikendalikan atasannya akan sangat sulit bagi rekan dari luar divisi.

Pandai mengolah emosi

Bekerja sama dengan individu lain apalagi dalam jumlah banyak menuntut kamu untuk tidak mudah tersulut emosi alias baper. Jangan lupa, ini kantor baru dengan tim, atasan, bawahan, yang masih belum bisa diketahui kedalaman hati dan pikirannya terkait pekerjaan. Bekerja sama dengan tim baru sekaligus jadi ajang penilaian kinerja kamu.

Rekan yang berbeda pendapatnya bukan berarti harus langsung dijauhi, justru kamu perlu observasi lebih lanjut cara untuk bekerja sama dengan orang tersebut. Setidaknya pekerjaan kamu aman dan tetap berjalan, bekerja sama juga bukan berarti kamu harus berteman dekat sampai berbagi cerita pribadi, kok. Jadi, biar kamu bisa bekerja sama dengan optimal dan tidak menabung rival di kantor baru, perlu mengatur emosi. Responsif boleh, asal jangan reaktif.

Quality time untuk diri sendiri

Memberi ruang buat diri sendiri juga ternyata penting untuk bisa bekerja sama dengan optimal di kantor, khususnya tim di kantor baru. Kamu butuh waktu untuk bisa mengajak diri untuk berdamai dengan lingkungan dan rekan kerja yang baru, apalagi kalau jadwal kerja di kantor cukup padat dan selalu dikejar dengan target tiap harinya. Aachen University di Jerman pernah melakukan studi tentang jam tubuh seseorang. Hasilnya, hanya 10% saja kumpulan orang terbiasa untuk bangun pagi hari untuk beraktivitas. 70% sisanya terbiasa mulai bekerja di tengah hari dan sisanya lebih efektif kerja setelah matahari terbenam.

Faktanya, kebanyakan kantor di Indonesia masih memberlakukan jam masuk kerja pagi hari antara 07:30-09:00. Jadi, berikan diri kamu ruang untuk tetap beristirahat di sela kesibukan hari kerja dan upaya untuk bisa bekerja sama dengan rekan di kantor baru. Menikmati kesendirian juga penting buat kamu yang kurang nyaman berada di tengah orang banyak, supaya energi kamu bisa kembali terisi setelah berusaha untuk connect dengan lingkungan yang baru.

Hadir di acara gathering kantor

Kegiatan informal seperti perayaan menyambut tahun baru atau makan malam tim di luar kantor adalah salah satu cara untuk membangun kekompakan saat bekerja sama di kantor. Memang tidak selalu menyenangkan, apalagi di tempat baru yang kebanyakan orang sudah akrab satu sama lain sementara kamu si anak baru masih bingung harus menyesuaikan obrolan dengan masing-masing orang.

Tapi kamu bisa pakai momen ini untuk tahu lebih banyak sifat dan kecenderungan rekan satu tim tanpa harus terlihat sedang observasi. Suasana yang lebih santai pasti akan membuat kamu sedikit lebih leluasa untuk membuka obrolan dan berkenalan dengan rekan-rekan di tim. Kegiatan di alam bebas seperti arung jeram atau liburan bersama juga bisa jadi momen yang pas untuk membangun kesatuan hati untuk bekerja sama di kantor.

Sumber : glints.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WhatsApp us