Jasa Konsultan IT/Pemasangan CCTV Murah

Ini 8 Tips Manajemen Konflik Untuk Kantor Anda

Tips Manajemen Konflik DiKantor

Manajemen konflik akan menjadi salah satu hal krusial di kantor, sebab perusahaan mana yang tidak mengalami konflik? Konflik bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan karena dengan adanya konflik pekerja akan lebih bijak dan pintar dalam menanggapi suatu kondisi dan perusahaan tentu akan belajar dari kesalahan atau permasalahan yang pernah ada pula.

Keahlian manajemen konflik seperti cepat dan tanggap pada masalah, paham tentang sifat dasar konflik, dan kemampuan membawa angin segar di tengah suasana kantor yang keruh harus Anda miliki sebagai seorang leader agar bisa menghadapi masalah dan memberikan solusi yang tepat. Berikut ini beberapa tips untuk menghadapi konflik dan permasalahan di kantor Anda.

1. Hadapi Masalah

Mengingatkan kembali bahwa masalah pasti akan dihadapi setiap perusahaan, baik itu start-up, perusahaan besar, kantor konsultan, bahkan antara freelance dan klien yang bisa saja merambat sampai ke pihak manajemen.

Teritori manajerial akan sangat dekat dengan konflik, terlebih kalau ada dua komite dalam satu badan yang memunculkan conflict of interest. Manajemen konflik di level manajerial harus dijalankan dengan kepala dingin, itu sebabnya pimpinan yang berkarakter tenang dan tegas dibutuhkan di kantor. Apa Anda sendiri pernah mengalami situasi terhimpit antara pertemanan dan hubungan profesional dalam menerapkan manajemen konflik?

2. Selesaikan konflik secepatnya

Cara yang paling efektif menyelesaikan konflik adalah dengan menghadapinya sedini mungkin sebelum konflik tersebut berkembang. Konflik di tempat kerja berkembang akibat tidak ada yang melakukan apa-apa. Sebagai contoh, konflik yang dikarenakan isu fitnah; rumor terus berkembang dari mulut ke mulut hingga ke divisi dan departemen lain yang mengakibatkan konflik menjadi terlalu besar untuk dihadapi.

Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi konflik, salah satunya adalah dengan berpikir objektif. Menghadapi konflik membutuhkan Anda untuk berada di posisi netral dan adil. Hadapi konflik dari berbagai sudut dengan mengetahui apa penyebab, kapan hingga bagaimana konflik tersebut muncul. Di lain sisi, bila Anda adalah pusat konflik, janganlah berdiam diri, lakukan apa yang harus dilakukan.

Meminta maaf adalah cara termudah untuk menyelesaikan konflik. Apabila ada rekan kerja yang berani untuk mengakui kesalahannya, pujilah mereka karena mereka telah menghadapi konflik dengan baik. Menghargai usaha orang lain dapat menunjukkan bahwa Anda juga berkontribusi sebagai bagian dari lingkungan kerja.

3. Cari Akar dan Sumber Konflik

Temukan apa yang menjadi sumber masalah di kantor Anda. Sebagai pimpinan, Anda tidak bisa enggan untuk menggali lebih dalam untuk menemukan asal muasal masalah terjadi. Anda bisa memulainya dengan cara komunikasi yang tepat.

Seperti apa cara mengkomunikasikannya dengan tepat?

Pimpinan yang berpengalaman dan punya bijaksana pasti akan mengungkapkan kesalahan proses atau sistem, bukan menunjuk satu individu sebagai pelaku.

Selain dalam manajemen konflik, akan lebih baik apabila komunikasi yang transparan dan terstruktur dilakukan setiap pekerja untuk menghindari salah paham, ketidakpastian, atau informasi yang tidak lengkap.

Hal ini lumrah terjadi apalagi di korporat yang jumlah anggota dalam satu timnya cukup banyak. Maka dari itu, jika Anda dapat mengaplikasikan budaya yang transparan dalam berkomunikasi di kantor, akan lebih memudahkan para pimpinan untuk mencari sumber masalah dalam manajamen konflik.

4. Kerjasama dengan HR

Manajemen konflik bukanlah sebuah upaya individual, melainkan hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu pihak yang bisa Anda minta bantuannya untuk manajemen konflik adalah HR Department. HR bisa melihat dengan perspektif berbeda meskipun tidak ada yang sepenuhnya netral.

5.Double Check  Dokumen Terkait

Suatu kali pimpinan saya juga pernah mengalami kerugian walaupun secara nominal baginya tidak terlalu besar. Kurang teliti dalam membaca jadi titik kelemahan yang jadi awal proses manajemen konflik tersebut.

Sejak kejadian itu saya belajar untuk lebih teliti membaca tiap poin dan tidak lupa menyiapkan copy dan scan dokumen yang akan dikeluarkan atau pun yang sudah ditandatangani. Sebagai pimpinan, Anda perlu melihat bukti dokumen yang mendukung proses manajemen konflik. Misalnya saat penilaian karyawan, Anda bisa meminta record kinerja staf kepada HR Department. Begitu juga saat akan terminasi staf, segala dokumen legal akan kami butuhkan agar tidak membuat keputusan subjektif. Nah, kembali lagi hubungan dan komunikasi dengan HR sangat membantu proses manajemen konflik.

6.Berpikir Tenang

Segala cara dan tahapan untuk menyelesaikan konflik sudah kamu lakukan. Komunikasi dengan HR Department juga sudah Anda jalin dengan baik guna mendapatkan solusi. Selanjutnya faktor internal Anda sendiri yang akan membantu agar manajemen konflik bisa terealisasi tanpa menimbulkan masalah baru.

Sebanyak apapun suara yang membawa pendapat berbeda, usahakan agar Anda tidak terpancing emosional. Jangan lupa, keputusan apapun yang diambil saat hati gusar dan pikiran panas kemungkinan akan membawa penyesalan.

7. Manajemen Konflik Bukan Soal Menang atau kalah

Motivasi yang salah bisa membawa proses yang sudah benar menjadi sia-sia. Para pemimpin terutama generasi muda perlu meredakan egonya agar manajemen konflik bisa berujung pada solusi, bukan ajang unjuk diri. Level manajerial adalah sumber suara yang didengarkan karyawannya, sikap dan perilaku Anda akan dilihat oleh staf. Adalah tanggung jawab Anda untuk memberikan nilai moral yang benar.

8. Jadikan Konflik Sebagai Pelajaran

Pada saat titik temu masalah yang terjadi sudah mulai terlihat, pimpinan di kantor perlu menyadari hasil lain dari manajemen konflik. Kesalahan akan jadi pelajaran berharga bagi pimpinan selanjutnya atau staf lain dalam perusahaan. Jika Anda berhasil memilih proses manajemen konflik yang tepat, itu juga akan jadi contoh untuk menyelesaikan kasus lainnya di masa depan. Anda butuh proses mencari tahu dan development  yang lebih dalam agar tiap kebijakan bisa diterima.

Setiap konflik akan selesai kalau memang ada kemauan untuk menyelesaikannya. Hati yang mau memaafkan, niat tulus, rasa empati, telinga yang siap mendengar, juga kerendahan hati untuk bekerja sama dengan setiap level akan memudahkan kamu melakukan manajemen konflik yang berbuah manis.

Baca juga:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WhatsApp us